(via anamrufisa)
seorang wanita berkerudung selalu menarik perhatian saya, seperti kalanya pada sebuah event yang diadakan kurang lebih 3 tahun silam (epitech)
dia begitu sibuknya menjaga stand sekolahnya, hingga hari pertama itu saya lewatkan tanpa menyapanya, namun dihari kedua saya tidak mau menyianyiakan kesempatan itu, ketika suasana tidak begitu ramai saya mulai menghampiri standnya dan mulai berkenalan, dia wanita berkerudung yang tampil modis, dan cara dia berbicara menunjukan kalau dia itu wanita pintar, dia pun ramah ketika saya sapa untuk diajak berkenalan. akhirnya sore itu saya mendapatkan teman baru bernama lea , asli pas kenalan dia nyebutin nama “Lea” otak langsung ke kocek-kocek, aneh bener nih nama, tapi nama yang aneh itu dia tutupin dengan cara ” kalo panggil aku, panggil aja ‘ea’ ” ya dia manja pengen bangget ya dipanggil “ea” :D
bukan cuma dia yang menjadi teman baru saya di event itu, namun yang terasa sangat dekat ya cuma dia, pedahal pada awal kali kenalan saya ga bisa dapetin no hp nya, tapi entah dari pembicaraan apa yang membuat hubungan pertemanan saya dengan dia terjalin dengan baik hingga saat ini, walaupun setelah acara itu berlangsung kita sudah tidak pernah bertatap muka kembali, hanya mengandalkan komunikasi via sms, tlpn, dan dunia maya saja.
saya ingat ketika saya kelas 3 dan akan menuju ke bangku kuliahan, saya menanyakan kabar dia dan menanyakan akan kemana setelah dia lulus, berharap kita dapat dipertemukan kembali untuk saling menyapa. namun disitu saya semakin yakin kalau dia itu memang benar-benar wanita yang pintar, seklias dia bercerita kalau dia tidak akan meneruskan kuliahnya dulu, soalnya dia sudah bekerja di sebuah kantor di kota jakarta, entah kantor apa saya lupa atau dia belum bercerita secara ditailnya, yang jelas saya cuma ingat dia suka bantuin temennya buat angkatin telepon kalo ada telepon dari luar negri, ya dia sangat pintar berbahasa inggris.
pertemanan kami pun semakin baik dengan keterbukaan kita berdua, dia sering sekali cerita kalau ada rekan kerjanya yang lagi ngecengin dia, emhh ga tau sih bener apa engganya dia itu di kecengin apa ngecengin? terkadang ampe bosen juga dia cerita tentang kecengan dikantornya, ekh itu masih mending deng, ada yang lebih bosen lagi dengerin cerita dia, bosen kalo udah nyeritain kegalauan sama mantannya, hahahahaha engga tau berapa lama deh, perbincangan kita selalu diisi dengan cerita mantannya.
kini setelah kita beberapa bulan loss contact akhirnya dia menghubungi saya lagi, kayanya dia kangen berat sih sama sosok sahabat pria yang rajin menjadi pendegar setianya dikala gundah gulana hahahahaa. dan ya benar saja, saat itu perbincangan tentang masalalunya kembali mencuat. tapi walaupun dia suka banget nyeritain tentang masalalunya, itu semata-mata untuk dijadiin barometer untuk dapetin calon suami idamannya, ga jarang juga dia suka cerita tentang lelaki idamannya, dia udah ga mau lagi pacaran sama cowo yang kekanak-kanakan, dia juga udah ga mau pacaran yang cuma main-main. makannya dari itu gw ga nembak-nembak soalnya gw mau langsung ngelamar aja (hahaaahaaaa).
engga engga, itu bercanda ko, saya sangat bersyukur dapat menjadi sahabatnya, dengannya saya bisa mencurahkan isi hati saya, tak jarang saya menemukan solusinya, oh ia dia juga penyebar musik-musik galau yang up to date, waktu itu saya diperkenalkan sama lagunya secondhand serenade, itu dikenalinnya pas lagi belum booming kaya sekarang-sekarang, ada lagi lagu apa ya saya lupa, yang jelas dia banyak nagsih referensi lagu-lagu yang belum biasa saya dengerin, dan endingnya terciptalah image dia setiap mendengarkan lagu-lagunya secondhand.
sebenernya banyak banget yang pengen saya ceritain, tapi kayanya ga mungkin juga dibahas disini, skill menulis saya masih dangkal untuk merangkai kata-kata yang dapat menceritakan betapa bersyukurnya saya punya sahabat seperti dia
penasaran sama orangnya? menndingan buka blognya aja deh http://nananaoii.blogspot.com/
- pacaran itu menjalin silaturahim | “silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran” #UdahPutusinAja
- pacaran itu bikin semangat belajar | “semangat belajar maksiat?” #UdahPutusinAja
- pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | “ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?” #UdahPutusinAja
- pacaran itu sekedar penjajakan kok | “serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?” #UdahPutusinAja
- kasian kalo diputusin | “justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?” #UdahPutusinAja
- kasian dia diputusin, aku sayang dia | “putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?” #UdahPutusinAja
- putus itu memutuskan silaturahim | “silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?” #UdahPutusinAja
- nggak tega putusin.. | “berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?” #UdahPutusinAja
- aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | “nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus” #UdahPutusinAja
- aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | “ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti” #UdahPutusinAja
- nanti putusin dia gw gak ada yg nikahin gimana? | “pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yg nggak nikah sama pacarnya” #UdahPutusinAja
- berat mutusin | “semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu ” #UdahPutusinAja
- nanti aku dibilang nggak laku gimana? | “bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja” #UdahPutusinAja
- kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | “belum apa2 pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu!” #UdahPutusinAja
- dia masi ada utang ke aku, berat mutusinnya | “hehe.. kamu ini rentenir ya? kl terusan hutangnya malah nambah” #UdahPutusinAja
- pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, #UdahPutusinAja
- pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, #UdahPutusinAja
- pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah, #UdahPutusinAja
- pacaran itu bikin ribet, dikit2 bales sms, dikit2 telpon, dikit-dikit minta dikirim pulsa (wah, sms mamah baru nih) #UdahPutusinAja
- pacaran itu dikit-dikit galau, dikit-dikit galau, galau kok dikit-dikit? hehe.. #UdahPutusinAja
- lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda? #UdahPutusinAja
- wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak “aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini ” #UdahPutusinAja
Sumber : @felixsiauw
UNJANI FEST 2012BAZAR and FOOD FESTIVAL
Saturday, 16 June 2012 (Unjani Cimahi)
Registration fee: 200k/stand (including property, cleaning service and many more)
Registration till: 28 May 2012
CP :
085659456966 (putri)
087721222101 (intan)
more info follow us on twitter : @unjanifest
tahun-tahun ini rasanya kata “galau” lagi eksis banget ya? dan tanpa saya tau asal muasal kata galau itu dari mana yang jelas sekarang itu dikit-dikit jadi galau, pedahal cuma ditinggal pacarnya ke toilet doang. apa sih yang dikejar dari galau? jadi apa kalian berbangga hati gitu dengan perasan galau? sampai-sampai seluruh penduduk dunia maya tanpa tekecuali hansip, satpam, ketua RT , RW, semuanya jadi tau kalau seseorang itu lagi galau gara-gara status yang terus menerus ditulisnya. Bahkan terkadang itu status lagi ga galau juga ada yang koment atau mention “lo lagi galau ya?”. Hmmhh sudahlah…
tenang ga akan diterusin ko bahas galau begituannya, karena galau itu wajar, dan disini saya akan bahas galau dari sisi yang lain. pernah suatu ketika saya menanyakan tentang galau via twitter
ada yang tau ga sebelum kata galau, dulu kita menggunakan kata apa untuk mengekspresikan galau?
dan hampir sebagian besar yang jawab, ga ada yang tau atau bahkan amnesia sama ingatan masa lalunya, ya masa aja sih orang itu ga pernah ngalamin galau, dipikir galau itu penyakit yang baru ditemun dan ga ada obatnya gitu semacam virus H5N1 (flu burung).
namun tadi siang teman kosan saya memberikan jawaban yang cukup memuaskan saya, katanya jaman dulu sebelum ada kata galau itu orang-orang biasa mengekspresikannya dengan kata “GUNDAH” setuju ga kalau GALAU=GUNDAH pada masa itu? ya saya sih setuju banget. dan gara-gara jawaban itu saya malah jadi kepikiran tentang kata galau.
apa jadinya ya kalo kata galau itu udah ada sejak jaman The Changcuters eksis bareng the upstairs, atau jaman sherina masih lari-lari dihutan sama derbi romero? akh pasti ada sesuatu yang ga enak di denger, persiapkan otak kalian untuk flash back ke masa lalu ya
ada yang tau lagunya The Changcuters yang hijrah ke london? kalau ga tau, saya kasih liriknya deh
Kau berkelana
Ke negara sepak bola
Bukan Italia
Bukan juga Argentina
Ohoho… Ohoho…
Ditinggal cinta
Buat aku tak berdaya
Gundah gulana
Ingin aku menyusulnya
Ohoho… Ohoho…
Ohoho… Ohoho…
Dia jauh
Dia jauh
Aku rindu
Aku rindu
*London, London…
Ingin ku kesana
London, London…
Pergi menyusulnya
*
dan sekarang coba bayangin kalau pasa saat itu The Changcuters sudah mengenal kata galau pasti ada satu lirik yang ga enak, dan jadinya kaya gini
Ditinggal cinta
Buat aku tak berdaya
GALAU gulana
Ingin aku menyusulnya
dan ada satu lagu lagi nih, ini lagunya sherina pas masih hidup dihutan deket boscha, waktu itu dia bawain lagu yang judulnya “lihatlah lebih dekat”, masih inget kan? awas aja kalo ada yang belum pernah liat filmnya … sungguh masa kecilnya maen gundu terus ya?
Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka….
dan kalau pada saat itu sherina lagi galau gara-gara derbi romero ngabisin permen bulet yang warna warni pasti liriknya bakalan kaya gini
Hatiku sedih
Hatiku GALAU
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
#salamGALAU
bukan, ini bukan cerita galau tentang saya yang kehilangan seseorang, jangan mentang-mentang judulnya kehilangan kalian langsung berfikiran ke galau ya, mentang-mentang kata galau lagi on fire, segalanya disangkutin kesitu.
sedih? engga juga sih, cuma kehilangan yang satu ini tuh bikin repot, gimana ga repot setiap kali saya butuh uang saya harus masuk bank, isi formulir, nunggu, berhdapan ama teller, baru deh dikasih uang, sungguh berbeda jauh ketika saya masih memiliki ATM. ya saya kehilangan ATM.
ceritanya ga sampe situ, gara-gara kehilangan ATM itu saya jadi kepikiran buat nulis tentang pertanyaan-pertanyaan konyol setelah saya kehilangan ATM. kalian tau pertanyaan apa yang banyak muncul?
yang banyak muncul adalah pertanyaan
“ilang dimana tuh ATMnya?”
akhhh, pertanyaan itu seharusnya ga saya jawab ya, kalo saya jawab saya berarti menjadi penjawab yang bodoh, kenpa? soalnya itu pertanyaan aneh banget, “ilangnya dimana?” , meneekeeteehee, kalo saya tau ilangnya dimana saya ga bakalan bilang kehilangan soalnya saya tau hilangnya dimana, pasti udah saya ambil lagi itu barang yang ilang. heuuhh namanya hilang itu berarti saya ga tau itu barang hilangnya dimana / adanya dimana. kalo mau pertanyaanya diganti sama “terakhir kali kamu milikin barang itu dimana?kapan?” yahh itu masih masuk akal
sekian terimakasih dari ceritadikit
Sayangnya, Ini bukan tentang kamu, Sayang.
Ini tentang goyangnya ilalang. Dikibas angin ia bergoyang pelan. Gemulai indah, gerakan nya pasrah mengikuti angin. Ujungnya yang lembut buat gerakan nya mengalun rendah. Lembut dan teduh, gerakan nya lembut dan teduh. Persis seperti senyuman di wajah kamu, lembut dan teduh.
Ini tentang semi. Musim semi. Daun berubah kecoklatan. Semak berubah kecoklatan. Rumput-rumput kecoklatan. Juga, kulitku. Matahari terik tapi angin tetap hembuskan segarnya. Whuuusss… ! lambaikan rambutku, blow up my sorrow, kembangkan senyumku :) rasanya seperti kamu yang bakar cemburuku, “cemburu itu tanda sayang,lho” candamu sambil colek hidungku. Aku? Salah tingkah.
Tidak, ah, bukan, musim semi terlalu hangat. Sifatmu kan dingin, tidak cocok :l
Ini tentang hujan. Tetesnya yang banyak. Air. Menangkap semua unsur yang ada di udara. Oksigen,karbondioksida. Kadang membawa asam penyebab korosi. Keroposlah semua besi. Tetesnya yang banyak samarkan sepi, samarkan air mata yang menetes di pipi. Seperti kamu, ya, kamu yang kadang buat aku ber-“ dancing under the rain with hiding crying”.
Oke, be focus, ini bukan tentang kamu, ini tentang.. ah, ini tentang riak di danau itu. Beriak tenang. Seperti kamu ya , tenang, wibawa, dengan riak kecil kalau kamu candai aku.
Ih tuhkan kamu lagi !
Seriously, ini bukan tentang kamu. Ini tentang pelangi. Melengkung sempurna lintasi langit. Menerobos hujan hingga ia berhenti. Warna-warni cahayanya yang dibiaskan oleh air dan matahari. Me-ji-ku-hi-bi-ni-u-di-ha-ti-a-ku-a-da-ka-mu :)
-_________- ah, aku nyerah
Kenapa ujungnya selalu ada kamu, aku gak tau.
Yang jelas ini bukan tentang kamu, bukan ya aku perjelas lagi ini bukan tentang kamu. Bukan!!
disetiap akhir shalat saya selalu meyenggangkan waktu untuk lebih mendekatkan diri lagi kepadanya, berterimakasih atas apa yang telah ia berikan, dan meminta yang lebih baik untuk dimasa depan.
ada beberapa keinginan yang selalu saya sampaikan kepadanya, tak lelah saya menyebutnya berualang kali, tanpa pernah berfikiran kapan semuanya akan menjadi nyata, sampai kapan saya harus meminta. dan sesungguhnya tanpa saya sadari ternyata apa yang saya minta telah ia kabulkan dengan cara yang baik untuk saya terima, namun mungkin saja saya yang kurang peka merasakannya, sehingga saya tidak merasakan apa yang telah saya minta ternyata sudah dipenuhinya.
mungkin terkadang kita meminta sesuatu itu ingin langsung dapat dirasakan, seperti kita sedang dilempari batu, yaa sungguh terasa sakitnya. namun ia tidak begitu, karena ia tau mana yang terbaik untuk hambanya, terkadang ia memberikannya secara perlahan-lahan, seperi kerikil kecil yang harus kita kumpulkan, bahkan mengendap-endap, agar suatu ketika hal itu telah disadari bisa menjadi kejutan untuk hambanya.
rasa syukur tiada tara hamba panjatkan kepadamu ya Allah